Selasa, 23 Mei 2017

KONTRIBUSI BAGI INDONESIA



            Saya adalah lulusan Sarjana Keperawatan Ners STIKES ST Vincentius A Paulo Surabaya tahun 2012 (dengan gelar S.Kep.,Ns). Saya bersyukur karena dapat menyelesaikan pendidikan sarjana hingga pendidikan profesi tepat pada waktunya. Selama proses pendidikan, saya bergabung menjadi salah satu anggota BEM dan proses ini memberikan banyak hal yang saya pelajari untuk meningkatkan SDM dan profesionalisme pribadi saya. Kegiatan berorganisasi membekali bagaimana cara memimpin dan mengkoordinasikan suatu sistem atau kegiatan yang dilakukan. Setelah itu, pada bulan Januari tahun 2013 saya bekerja sebagai perawat sukarela di puskesmas Onekore, Kabupaten Ende. Kemudian pada bulan oktober tahun 2013 saya mengikuti seleksi penerimaan dosen di STIKes St Paulus Ruteng, dan bekerja sebagai tenaga pengajar/dosen status kontrak di STIKes ST Paulus Ruteng. Sampai saat ini saya masih bekerja sebagai Dosen status kontrak di STIKes St Paulus Ruteng dengan jabatan fungsional Sekretaris Program Studi S1 Keperawatan. Pekerjaan Sebagai dosen memberikan saya banyak pengalaman dalam tugas pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
            Profesi dosen menuntut saya untuk mampu melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas, cekatan, inovatif, dan professional di bidang kesehatan khususnya di bidang keperawatan. Kegiatan lain yang dilakukan berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat adalah dengan melakukan penelitian dalam masyarakat berhubungan dengan masalah kesehatan tepatnya di daerah wilayah tempat tinggal saya kabupaten Manggarai dan secara langsung saya mengkaji dan menelaah prevalensi angka kejadian penyakit atau masalah kesehatan yang terjadi secara realistis. Setelah itu, memberikan solusi implementasi sesuai dengan standar operasional pelayanan kesehatan yang berlaku.
Pengabdian ini juga saya tunjukkan dalam upaya meningkatkan dan merehabilitasi kualitas hidup sehat masyarakat bangsa Indonesia, khususnya di daerah tempat tinggal saya di kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Daerah Manggarai memiliki prevalensi angka Kematian ibu dan anak masih cukup tinggi. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu mengkaji lebih dalam faktor penyebab angka kematian ibu dan anak yang masih cukup tinggi.
Selama ini saya sudah sering mengikuti beberapa pelatihan, seminar, dan workshop. Untuk saat ini saya sedang mengikuti seleksi penerimaan beasiswa LPDP jalur Afirmasi dan saya berharap jika saya mendapatkan kesempatan menerima beasiswa LPDP saya akan melanjutkan pendidikan saya ke jenjang magister sesuai dengan peminatan saya yang berfokus pada kesehatan Ibu. Saya sedang berupaya meningkatkan SDM yang saya miliki sehingga nantinya saya mampu bermitra dengan tenaga kesehatan lainnya dalam upaya membantu dan berkontribusi menekan angka kematian ibu dan anak di Indonesia terutama di kabupaten Manggarai.
Tantangan terbesar di Indonesia di bidang kesehatan adalah meningkatnya angka kematian ibu dan anak. Menurut Ringkasan Kajian UNICEF, Indonesia oktober 2012, peningkatan kesehatan ibu pada pembangunan millennium (MDG) kelima berjalan lambat dalam beberapa tahun terakhir dengan resiko kematian ibu yang diperkirakan sekitar 228 per 100.000 kelahiran hidup, tetap tinggi di atas 200 selama dekade terakhir meskipun telah dilakukan upaya-upaya peningkatan kesehatan ibu. Pada Tahun 2012 AKI di NTT masih tinggi yakni AKI sebesar 306 per 100.000 kelahiran hidup. Menurut hasil analisis dari Bina Kesehatan Ibu bahwa kematian ibu terkait erat dengan penolong persalinan dan tempat/fasilitas pelayanan persalinaan. Sejauh yang saya amati, SDM sangat mempengaruhi AKI karena masih ada masyarakat yang lebih mempercayai dukun untuk menolong persalinan dari pada petugas kesehatan. Selanjutnya fasilitas kesehatan yang kurang dengan jarak yang jauh turut mendukung cara berpikir masyarakat. Di Manggarai sendiri ada satu rumah sakit umum daerah, lima buah puskesmas, dan belasan puskesmas pembantu. Walaupun memiliki fasilitas pelayanan kesehatan dengan program kerja di bidang kesehatan ibu dan anak, namun masih ada masyarakat yang lebih mempercayai dukun dari pada fasilitas pelayanan kesehatan. Fenomena ini membangkitkan motivasi saya untuk belajar lebih jauh tentang keperawatan maternitas. Ilmu ini mempelajari tentang pelayanan keperawatan yang ditujukan kepada wanita usia subur (WUS) pada system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, dan bayi usia sampai 40 hari beserta keluarganya, serta pelayanan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam melakukan adaptasi fisik dan psikososial dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.
Dengan latar belakang pendidikan keperawatan, maka dengan mempelajari keperawatan maternitas merupakan pilihan yang tepat bagi saya. Menurut saya, saya memiliki basic untuk melanjutkan studi di ranah ini. Jika saya berkesempatan memperoleh beasiswa LPDP, sebagai dosen saya ingin melakukan kontribusi untuk Indonesia dengan melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang doktoral. Saya ingin menghasilkan peserta didik yang berkompeten dibidangnnya sehingga dapat berkontribusi bagi bangsa Indonesia.  Selain itu, juga yang Saya ingin mencoba menyadarkan masyarakat terutama di daerah saya bahwa kesehatan ibu sangat penting untuk dijaga dan diperhatikan.


           
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar