Saya
adalah lulusan Sarjana Keperawatan Ners STIKES ST Vincentius A Paulo Surabaya tahun
2012 (dengan gelar S.Kep.,Ns). Saya bersyukur karena dapat menyelesaikan
pendidikan sarjana hingga pendidikan profesi tepat pada waktunya. Selama proses
pendidikan, saya bergabung menjadi salah satu anggota BEM dan proses ini memberikan
banyak hal yang saya pelajari untuk meningkatkan SDM dan profesionalisme
pribadi saya. Kegiatan berorganisasi membekali bagaimana cara memimpin dan
mengkoordinasikan suatu sistem atau kegiatan yang dilakukan. Setelah itu, pada
bulan Januari tahun 2013 saya bekerja sebagai perawat sukarela di puskesmas
Onekore, Kabupaten Ende. Kemudian pada bulan oktober tahun 2013 saya mengikuti
seleksi penerimaan dosen di STIKes St Paulus Ruteng, dan bekerja sebagai tenaga
pengajar/dosen status kontrak di STIKes ST Paulus Ruteng. Sampai saat ini saya
masih bekerja sebagai Dosen status kontrak di STIKes St Paulus Ruteng dengan
jabatan fungsional Sekretaris Program Studi S1 Keperawatan. Pekerjaan Sebagai
dosen memberikan saya banyak pengalaman dalam tugas pengajaran, penelitian, dan
pengabdian masyarakat.
Profesi
dosen menuntut saya untuk mampu melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas,
cekatan, inovatif, dan professional di bidang kesehatan khususnya di bidang
keperawatan. Kegiatan lain yang dilakukan berkaitan dengan pengabdian kepada
masyarakat adalah dengan melakukan penelitian dalam masyarakat berhubungan
dengan masalah kesehatan tepatnya di daerah wilayah tempat tinggal saya
kabupaten Manggarai dan secara langsung saya mengkaji dan menelaah prevalensi
angka kejadian penyakit atau masalah kesehatan yang terjadi secara realistis. Setelah
itu, memberikan solusi implementasi sesuai dengan standar operasional pelayanan
kesehatan yang berlaku.
Pengabdian ini juga saya tunjukkan dalam
upaya meningkatkan dan merehabilitasi kualitas hidup sehat masyarakat bangsa
Indonesia, khususnya di daerah tempat tinggal saya di kabupaten Manggarai,
Flores, NTT. Daerah Manggarai memiliki prevalensi angka Kematian ibu dan anak
masih cukup tinggi. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu mengkaji lebih
dalam faktor penyebab angka kematian ibu dan anak yang masih cukup tinggi.
Selama ini saya sudah sering
mengikuti beberapa pelatihan, seminar, dan workshop. Untuk saat ini saya sedang
mengikuti seleksi penerimaan beasiswa LPDP jalur Afirmasi dan saya berharap
jika saya mendapatkan kesempatan menerima beasiswa LPDP saya akan melanjutkan
pendidikan saya ke jenjang magister sesuai dengan peminatan saya yang berfokus
pada kesehatan Ibu. Saya sedang berupaya meningkatkan SDM yang saya miliki sehingga
nantinya saya mampu bermitra dengan tenaga kesehatan lainnya dalam upaya membantu
dan berkontribusi menekan angka kematian ibu dan anak di Indonesia terutama di
kabupaten Manggarai.
Tantangan
terbesar di Indonesia di bidang kesehatan adalah meningkatnya angka kematian
ibu dan anak. Menurut Ringkasan Kajian UNICEF, Indonesia oktober 2012, peningkatan
kesehatan ibu pada pembangunan millennium (MDG) kelima berjalan lambat dalam
beberapa tahun terakhir dengan resiko kematian ibu yang diperkirakan sekitar
228 per 100.000 kelahiran hidup, tetap tinggi di atas 200 selama dekade
terakhir meskipun telah dilakukan upaya-upaya peningkatan kesehatan ibu. Pada Tahun 2012 AKI di NTT masih tinggi yakni AKI sebesar 306 per
100.000 kelahiran hidup. Menurut hasil analisis dari Bina Kesehatan Ibu
bahwa kematian ibu terkait erat dengan penolong persalinan dan tempat/fasilitas
pelayanan persalinaan. Sejauh yang saya amati, SDM sangat mempengaruhi AKI
karena masih ada masyarakat yang lebih mempercayai dukun untuk menolong
persalinan dari pada petugas kesehatan. Selanjutnya fasilitas kesehatan yang
kurang dengan jarak yang jauh turut mendukung cara berpikir masyarakat. Di Manggarai
sendiri ada satu rumah sakit umum daerah, lima buah puskesmas, dan belasan
puskesmas pembantu. Walaupun memiliki fasilitas pelayanan kesehatan dengan
program kerja di bidang kesehatan ibu dan anak, namun masih ada masyarakat yang
lebih mempercayai dukun dari pada fasilitas pelayanan kesehatan. Fenomena ini
membangkitkan motivasi saya untuk belajar lebih jauh tentang keperawatan
maternitas. Ilmu ini mempelajari tentang pelayanan keperawatan yang ditujukan
kepada wanita usia subur (WUS) pada system reproduksi, kehamilan, melahirkan,
nifas, dan bayi usia sampai 40 hari beserta keluarganya, serta pelayanan yang
berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam melakukan adaptasi fisik dan
psikososial dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.
Dengan
latar belakang pendidikan keperawatan, maka dengan mempelajari keperawatan
maternitas merupakan pilihan yang tepat bagi saya. Menurut saya, saya memiliki basic untuk melanjutkan studi di ranah
ini. Jika saya berkesempatan memperoleh beasiswa LPDP, sebagai dosen saya ingin
melakukan kontribusi untuk Indonesia dengan melanjutkan pendidikan sampai ke
jenjang doktoral. Saya ingin menghasilkan peserta didik yang berkompeten
dibidangnnya sehingga dapat berkontribusi bagi bangsa Indonesia. Selain itu, juga yang Saya ingin mencoba
menyadarkan masyarakat terutama di daerah saya bahwa kesehatan ibu sangat
penting untuk dijaga dan diperhatikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar